Monday, September 10, 2018

Konfigurasi Elektron



Cara Menghitung Jumlah Proton, Elektron, dan Netron pada Atom dan Ion


Nomor atom dan nomor massa
Tabel Periodik Unsur (Sistem Periodik Unsur)
Tabel periodik unsur adalah suatu tabel yang memuat daftar unsur-unsur kimia yang tersusun berdasarkan sifat kimia unsur-unsur tersebut. Pada prinsipnya tabel periodik disusun menurut periode dan golongan unsur-unsur kimia tersebut. Tampilan sederhana dari tabel periodik unsur memuat data-data mengenai simbol unsur, nomor atom dan nomor massa unsur. Tabel yang lebih lengkap tidak hanya memuat simbol unsur, nomor atom, dan nomor massa, tetapi juga data-data lain misalnya titik didih, titik lebur, massa jenis, struktur elektron dan lain sebagainya.
Nomor Atom Dan Nomor Massa
Sebuah atom terdiri dari inti atom dan kulit atom. Inti atom terdiri dari proton dan netron, sedangkan kulit atom terdiri dari netron.
– Proton bermuatan positif (+)
– Elektron bermuatan negatif (-)
– Netron adalah netral (tidak bermuatan)
Pada atom yang netral jumlah proton dan netron adalah sama.
Pada tabel periodik unsur kimia sederhana, suatu unsur dituliskan sebagai berikut.
Nomor atom
(Catatan: Cara penulisan nomor atom dan nomor massa suatu unsur di atas adalah salah satu cara penulisan yang umum, namun ada beberapa cara penulisan lain untuk nomor atom dan nomor massa suatu unsur. Sebagai patokan bahwa nomor atom (A) selalu lebih besar daripada nomor massa (Z) kecuali untuk unsur hidrogen.)
Sebagai contoh, pada tabel periodik unsur kimia, unsur kalsium yang memiliki simbol Ca bernomor massa 40 dan nomor atom 20.
Nomor atom kalsium
Jumlah Proton, Elektron dan Netron pada Suatu Atom
Pada atom yang netral terdapat keseimbangan antara jumlah proton yang bermuatan positif dengan jumlah elektron yang bermuatan negatif. Pada suatu atom netral berlaku sebagai berikut.
Jumlah proton = nomor atom
(p = Z)
Jumlah elektron = nomor atom
(e = Z)
Jumlah netron = nomor massa – nomor atom
(n = A – Z)
Misalkan dari tabel periodik unsur, diketahui bahwa atom natrium (Na) memiliki nomor massa 23 (A=23) dan nomor atom 11 (Z=11). Maka kita dapat menentukan jumlah proton, elekron, dan netron atom natrium dengan cara sebagai berikut.
Jumlah proton Na, p = Z = 11
Jumlah elektron Na, e = Z = 11
Jumlah netron Na, n = A – Z = 23 – 11 = 12
Jadi pada atom natrium (Na) terdapat 11 proton, 11 elektron, dan 12 netron.
Jumlah Proton, Elektron dan Netron pada Suatu Ion
Atom yang netral memiliki jumlah elektron yang sama dengan jumlah proton pada inti atom. Atom bermuatan disebut ion. Sebuah ion dapat bermuatan positif atau negatif.
Contoh ion
Ion positif adalah atom yang kekurangan elektron, sedangkan ion negatif adalah atom yang kelebihan elektron. Pada suatu ion (atom bermuatan) berlaku sebagai berikut.
Jumlah proton = nomor atom
(p = Z)
Jumlah elektron = nomor atom – muatan
(e = Z – m)
Jumlah netron = nomor massa – nomor atom
(n = A – Z)
Misalkan atom natrium (Na) yang memiliki nomor massa 23 (A=23) dan nomor atom 11 (Z=11) terionisasi menjadi ion Na+. Maka kita dapat menentukan jumlah proton, elektron, dan netron ion Na+ tersebut dengan cara sebagai berikut.
Jumlah proton ion Na+, p = Z = 11
Jumlah elektron ion Na+, e = Z – m = 11- 1 = 10
Jumlah netron ion Na+, n = A – Z = 12
Jadi pada ion Na+ terdapat 11 proton, 10 elektron, dan 12 netron.
Contoh Cara Menghtung Jumlah Proton, Elektron, dan Netron pada Suatu Atom atau Ion
Berikut ini beberapa contoh cara menentukan banyaknya proton, elektron, dan netron pada suatu atom atau ion.
Contoh Soal 1
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada atom oksigen berikut.
Atom oksigen A16 Z


Jawab:
Nomor masa, A = 16
Nomor atom, Z = 8
Jumlah proton, p = Z = 8
Jumlah elektron, e = Z = 8
Jumlah netron, n = A – Z = 16 – 8 = 8
Jadi jumlah proton 8, jumlah elektron 8, dan jumlah netron 8.
Contoh Soal 2
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada atom cesium berikut.
Atom cesium A133 Z55


Jawab:
Nomor massa, A = 133
Nomor atom, Z = 55
Jumlah proton, p = Z = 55
Jumlah elektron, e = Z = 55
Jumlah netron, n = A – Z = 133 – 55 = 78
Jadi jumlah proton 55, jumlah elektron 55, dan jumlah netron 78.
Contoh Soal 3
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada atom besi berikut.
Atom besi A56 Z26


Jawab:
Diketahui
Nomor massa, A = 56
Nomor atom, Z = 26
Jumlah proton, p = Z = 26
Jumlah elektron, e = Z = 26
Jumlah netron, n = A – Z = 56 – 26 = 30
Jadi jumlah proton 26, jumlah elektron 26, dan jumlah netron 30.
Contoh Soal 4
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion kalium bermuatan +1 berikut.
Ion kalium positif1


Jawab:
Nomor massa, A = 39
Nomor atom, Z = 19
Muatan, m = +1
Jumlah proton, p = Z = 19
Jumlah elektron, e = Z – m = 19 – 1 = 18
Jumlah netron, n = A – Z = 39 – 19 = 20
Jadi jumlah proton 19, jumlah elektron 18, dan jumlah netron 20.
Contoh Soal 5
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion magnesium bermuatan +2 berikut.
Ion magnesium positif2


Jawab:
Nomor massa, A = 24
Nomor atom, Z = 12
Muatan, m = +2
Jumlah proton, p = Z = 12
Jumlah elektron, e = Z – m = 12 – 2 = 10
Jumlah netron, n = A – Z = 24 – 12 = 12
Jadi jumlah proton 12, jumlah elektron 10, dan jumlah netron 12.
Contoh Soal 6
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion aluminium bermuatan +3 berikut.
Ion magnesium positif2


Jawab:
Nomor massa, A = 27
Nomor atom, Z = 13
Muatan, m = +3
Jumlah proton, p = Z = 13
Jumlah elektron, e = Z – m = 13 – 3 = 10
Jumlah netron, n = A – Z = 27 – 13 = 14
Jadi jumlah proton 13, jumlah elektron 10, dan jumlah netron 14.
Contoh Soal 7
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion fluor bermuatan -1 berikut.
Ion fluor negatif1


Jawab:
Nomor massa, A = 19
Nomor atom, Z = 9
Muatan, m = -1
Jumlah proton, p = Z = 9
Jumlah elektron, e = Z – m = 9 – (-1) = 9 + 1 = 10
Jumlah netron, n = A – Z = 19 – 9 = 10
Jadi jumlah proton 9, jumlah elektron 10, dan jumlah netron 10.
Contoh Soal 8
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion oksigen bermuatan -2 berikut.
Ion oksigen negatif2


Jawab:
Nomor massa, A = 16
Nomor atom, Z = 8
Muatan, m = -2
Jumlah proton, p = Z = 8
Jumlah elektron, e = Z – m = 8 – (-2) = 8 + 2 = 10
Jumlah netron, n = A – Z = 16 – 8 = 8
Jadi jumlah proton 8, jumlah elektron 10, dan jumlah netron 8.
Contoh Soal 9
Soal: Tentukan jumlah proton, elektron, dan netron pada ion fosfor bermuatan -3 berikut.
Ion fosfor negatif3


Jawab:
Nomor massa, A = 31
Nomor atom, Z = 15
Muatan, m = -3
Jumlah proton, p = Z = 15
Jumlah elektron, e = Z – m = 15 – (-3) = 15 + 3 = 18
Jumlah netron, n = A – Z = 31 – 15 = 16
Jadi jumlah proton 15, jumlah elektron 18, dan jumlah netron 16.

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon (Alkana, Alkena dan Alkuna)




Senyawa Organik dan Anorganik

Kimia organik merupakan mata pelajaran yang berisi tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Tahukan Anda perbedaan senyawa organik dan anorganik ? Senyawa organik tersusun dari karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Pembeda kimia organik dan anorganik adalah ada-tidaknya  katan karbon-hidrogen, sehingga asam format, asam lemak termasuk senyawa organik sedangkan asam karbonat termasuk anorganik.

Senyawa Hidrokarbon

Hidrokarbon merupakan salah satu senyawa organik yang penyusunnya terdiri atas atom unsur karbon (C) dan atom unsur hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atomatom hidrogen yang berikatan rantai-rantai tersebut. Misal jika rantai karbonnya terbuka disebut senyawa karbon alifatik seperti hidrokarbon golongan alkana, alkena dan alkuna sedangkan rantai karbonnya tertutup disebut senyawa karbon alisiklik seperti senyawa siklopentana dan aromatik seperti senyawa benzena. Senyawa hidrokarbon paling sederhana adalah metana dengan satu atom karbon dan 4 (empat) atom hidrogen. Metana merupakan salah satu senyawa hidrokarbon yang masuk dalam golongan senyawa alkana.

Pembagian Hidrokarbon Berdasarkan Jenis Ikatan

Berdasarkan jenis ikatan, senyawa hidrokarbon dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu hidrokarbon jenuh dan hidrokarbon tak jenuh. Hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari ikatan kovalen tunggal antar atom C. Senyawa hidrokarbon jenuh merupakan senyawa hidrokarbon paling sederhana. Contohnya adalah senyawa alkana. Hidrokarbon tak jenuh merupakan senyawa hidrokarbon yang terbentuk dari minimal satu ikatan rangkap dua atau tiga antar atom C. Senyawa hidrokarbon tak jenuh rangkap dua disebut dengan senyawa hidrokarbon alkena, sedangkan hidrokarbon tak jenuh rangkap tiga disebut dengan senyawa hidrokarbon alkuna.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Benzena dan Turunannya

Deret Homolog Senyawa Hidrokarbon

Sebelum membahas tata nama senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna, hal yang harus diketahui adalah deret homolog. Dalam senyawa hidrokarbon, rangkaian atau deret homolog adalah deret senyawa hidrokarbon dengan rumus umum yang sama, biasanya bervariasi menurut satu parameter - seperti panjang rantai karbon. Contoh deret senyawa hidrokarbon tersebut adalah alkana berantai lurus (parafin), senyawa hidrokarbon tak jenuh yaitu alkena dan alkuna. Contoh senyawa lain adalah turunan senyawa alkana seperti alkohol, eter, asam karboksilat, aldehida, keton, sikloalkana, maupun ester.
Berikut disajikan deret homolog senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna.
deret homolog alkana
deret homolog alkana

deret homolog alkena
deret homolog alkena

deret homolog alkuna
deret homolog alkuna

Gugus Alkil Senyawa Hidrokarbon

Gugus alkil merupakan gugus yang terbentuk akibat dari alkana yang kehilangan satu atom hidrogen. Gugus alkil juga merupakan gugus yang terikat pada rantai utama senyawa hidrokarbon sehingga berpengaruh terhadap sistem penamaan senyawa hidrokarbon. Berikut beberapa gugus alkil yang wajib diketahui.
gugus alkil senyawa hidrokarbon

  • Gugus metil terbentuk dari metana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus etil terbentuk dari etana yang kehilangan satu atom hidrogen
  • gugus propil terbentuk dari propana yang kehilangan satu atom hidrogen

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon

Dalam tata nama senyawa maupun unsur kimia, dikenal dua sistem yaitu sistem tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) dan sistem tata nama trivial. Sistem tata nama IUPAC merupakan sistem tata nama yang dilakukan secara sistematis dan beraturan serta mempertimbangkan prioritas-prioritas berdasarkan pertimbangan tertentu. Berikut dijelaskan sistem tata nama IUPAC untuk senyawa hidrokarbon alkana, alkena, dan alkuna yang mudah dipamahi.
Baca juga, Tata Nama Senyawa Ion

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkana

Adapun aturan tata nama senyawa hidrokarbon alkana adalah sebagai berikut:
  • Tentukan rantai utama/ induk, yaitu rantai dengan jumlah atom C paling banyak, seperti gambar rantai atom karbon berikut.
tata nama senyawa hidrokarbon
Tentukan penomoran rantai induk, yaitu ujung yang dekat dengan cabang
tata nama senyawa hidrokarbon
  • Tentukan posisi gugus alkil/ cabang (jika ada)
  • Tentukan jumlah gugus alkil/ cabang yang sama, jika terdapat dua cabang yang sama tambahkan di, tiga= tri, empat= tetra
  • Tentukan nama gugus alkil/ cabang 
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkana
tata nama senyawa alkana
Contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkana
#1 Jika pada struktur alkana tidak ditemukan gugus alkil, maka cukup tambahkan n (normal), seperti contoh tata nama hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#2 Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang dekat dengan gugus alkil/ cabang, seperti contoh tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#3 Jika ditemukan dua gugus alkil/ cabang yang sama, maka tambahkan sesuai awalan di, tri, tetra, sebelum nama gugus alkil, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#4 Jika terdapat gugus alkil/ cabang yang sama di atom karbon yang sama, ulangi posisi gugus alkil tersebut, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#5 Jika gugus alkil berada di posisi yang sama di masing-masing ujung rantai induk, cari ujung yang gugus alkilnya paling banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana

Tata nama senyawa hidrokarbon yang salah untuk struktur di atas, seperti berikut ini.

tata nama senyawa alkana
#6 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#7 Jika posisi gugus alkil yang berbeda, jaraknya sama dari ujung-ujung rantai induk, prioritaskan gugus alkil dengan atom karbon lebih banyak, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut.

tata nama senyawa alkana
#8 Contoh lain tata nama senyawa hidrokarbon dapat dilihat pada struktur berikut.
tata nama senyawa alkana
tata nama senyawa alkana
tata nama senyawa alkana
tata nama senyawa alkana

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Alkena dan Alkuna

Tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna hampir sama dengan tata nama senyawa hidrokarbon alkana, cuma yang harus diprioritaskan terlebih dahulu adalah ikatan rangkap antar atom karbon, bukan lagi cabang. Kecuali posisi dua ikatan rangkap sama dari dua ujung rantai induk, maka barulah mempertimbangkan posisi gugus alkil.
Baca juga, Reaksi Senyawa Karbon
Berikut rumus tata nama senyawa hidrokarbon alkena dan alkuna
Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkena adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
#2 Jika posisi rangkap dan gugus alkil jaraknya sama antar dua ujung rantai induk, maka prioritas utama adalah rangkap, seperti struktur senyawa hidrokarbon berikut ini.
tata nama senyawa alkena
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena
#3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk, tambahkan di, jika tiga=tri, empat=tetra, seperti struktur hidrokaron alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
#4 Jika terdapat gugus alkil antara dua ikatan rangkap yang berjarak sama dari dua ujung rantai induk, maka prioritas berikutnya adalah posisi gugus alkil, seperti struktur hidrokarbon alkena berikut ini.
tata nama senyawa alkena
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkena
#5 Jika terdapat gugus alkil yang berbeda, prioritaskan gugus alkil yang huruf awal lebih dahulu dalam abjad, seperti tata nama senyawa hidrokarbon berikut berikut.
tata nama senyawa alkena
Adapun contoh tata nama senyawa hidrokarbon alkuna adalah sebagai berikut
#1 Jika tidak ditemukan gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka langsung ke posisi rangkap, seperti strutur senyawa hidrokarbon alkuna berikut ini.
tata nama senyawa alkuna
#2 Jika terdapat gugus alkil pada rantai induk alkuna, maka prioritaskan posisi rangkap, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.
tata nama senyawa alkuna
#3 Jika terdapat dua ikatan rangkap pada rantai induk alkuna dengan jarak yang sama dari ujung-ujungnya, maka prioritas berikutnya adalah posisi alkil, seperti struktur hidrokarbon alkuna berikut.
tata nama senyawa alkuna
Alternatif jawaban lain (salah)
tata nama senyawa alkuna

Demikian pembahasan singkat terkait tata nama senyawa hidrokarbon yaitu alkana, alkena, dan alkuna. Semoga pembahasan materi ini dapat membantu para pembaca terutama siswa.

Wisata Padang Lawas

https://youtu.be/ASu4CrmN6Tw